NARATU Rilis Video Musik "Noise Revolution", Angkat Isu Kesehatan Mental dan Perjuangan Melawan Konflik Batin


 

KUALA LUMPUR – Band hardcore/metal asal Kuala Lumpur, Malaysia, NARATU, kembali menunjukkan eksistensinya lewat single terbaru bertajuk "Noise Revolution" yang kini telah tersedia di berbagai platform digital bersama video musik resminya. Menariknya, lagu ini menjadi rilisan pertama NARATU yang menggunakan lirik berbahasa Inggris tanpa meninggalkan akar musik hardcore dan metal yang telah menjadi identitas mereka sejak berdiri pada 1998.

Terinspirasi dari kondisi dunia yang semakin dipenuhi tekanan, ketidakpastian, dan konflik, "Noise Revolution" hadir sebagai seruan tentang ketangguhan, harapan, serta keberanian untuk bangkit di tengah kekacauan. Lagu ini mengajak pendengarnya untuk tetap bersatu, melawan rasa takut, dan tidak menyerah pada berbagai tekanan yang berusaha mengendalikan kehidupan mereka.

Pesan tersebut diperkuat melalui video musik resmi yang diproduksi oleh Lawa Creative, disutradarai oleh Syamim Stamiem, dan diproduseri Faizal Ortho. Alih-alih hanya menampilkan tema revolusi secara harfiah, video ini memilih pendekatan yang lebih personal dan emosional dengan mengangkat kisah seseorang yang hidup dengan skizofrenia dan berbagai pergulatan psikologis.

Aktor muda Arfie Shah dipercaya memerankan tokoh utama. Penampilannya menjadi pusat emosi dalam alur cerita, menggambarkan perjuangan mental yang sering kali tidak terlihat oleh orang lain namun nyata dirasakan oleh penderitanya. Melalui visual yang sensitif dan mendalam, NARATU ingin mengingatkan bahwa pertempuran terberat tidak selalu terjadi di dunia luar, melainkan di dalam pikiran seseorang.


Video musik ini juga menampilkan penampilan khusus dari Ijam dan Azam, dua sahabat dekat NARATU yang turut membantu membangun atmosfer cerita. Kehadiran mereka merepresentasikan pentingnya dukungan komunitas dan persahabatan dalam menghadapi masa-masa sulit.

Sebagian besar proses pengambilan gambar dilakukan di Rumah Tangsi, sebuah bangunan warisan bersejarah di Kuala Lumpur. Lokasi ini dipilih bukan hanya karena karakter arsitekturnya yang kuat, tetapi juga sebagai simbol perjalanan, perubahan, dan ketahanan. Dalam konteks "Noise Revolution", Rumah Tangsi menjadi representasi perjalanan manusia melewati tekanan, konflik, dan kekacauan sebelum akhirnya menemukan harapan dan jati dirinya.

Secara musikal, "Noise Revolution" digarap oleh Ardy Hamdan, Zainuri Shaharin, dan Hairil Kenix, dengan Hairil Kenix juga bertindak sebagai penulis lirik. Hasilnya adalah sebuah karya yang tidak hanya agresif secara musikal, tetapi juga sarat makna dan relevan dengan realitas sosial saat ini.

Melalui lagu dan video musik ini, NARATU berharap dapat membuka ruang diskusi mengenai kesehatan mental sekaligus memberikan semangat kepada mereka yang sedang berjuang menghadapi pergulatan batin. "Noise Revolution" menjadi simbol bagi siapa pun yang tengah menghadapi pertempuran sunyi, mencari harapan, kekuatan, dan keberanian untuk terus melangkah maju.

Video musik resmi "Noise Revolution" kini dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi NARATU. Band yang diperkuat oleh Kenix, Ardy, Rain, Izwin, dan Xminx ini juga dapat diikuti melalui akun media sosial mereka di Instagram, TikTok, dan Threads dengan nama pengguna @naratukd.


Naratu Tetap Menggelegar di Generasi Keempat, Rilis “Noise Revolution” dan Perkuat Posisi di Skena Hardcore Malaysia

KUALA LUMPUR – Setelah lebih dari dua dekade berkarya, band hardcore asal Malaysia, Naratu, terus membuktikan eksistensinya sebagai salah satu nama penting di skena musik keras Asia Tenggara. Terbentuk pada 1998, Naratu kini memasuki generasi keempat personelnya dan tetap konsisten menghadirkan musik hardcore agresif yang dipadukan dengan pengaruh metal, lirik berbahasa Melayu, riff berat, serta ritme yang mudah melekat di telinga.

Dikenal melalui penampilan panggung yang penuh energi dan cocok untuk atmosfer festival, Naratu berhasil mempertahankan basis penggemar setia yang terus mendukung perjalanan mereka dari masa ke masa. Setiap karya yang mereka ciptakan juga selalu membawa pesan dan makna tersendiri yang dekat dengan realitas sosial maupun pengalaman hidup sehari-hari.

Formasi terkini Naratu diperkuat oleh Kenix (vokal), Ardy (gitar), Rain (gitar), Izwin (bass), dan Xminx (drum). Para personel ini memiliki rekam jejak panjang di berbagai proyek musik Malaysia, menjadikan Naratu sebagai perpaduan pengalaman, kreativitas, dan semangat baru.

Sepanjang kariernya, Naratu telah merilis sejumlah karya penting, mulai dari EP Kapal Terbang (2003), Dihujung Cereka (2008), hingga album penuh Bersama Selamanya (2017). Beberapa lagu yang menjadi identitas band antara lain “Kau Bangsat”, “Keramat Durjana”, “Pergi Mampus”, “Kerana Mulut Badan Binasa”, dan “Kasi Pecah”.

Dalam beberapa tahun terakhir, Naratu kembali aktif merilis materi baru melalui single “Mata Pendusta” (2020), “Neurosis” (2025), dan yang terbaru, “Noise Revolution” (2026). Kedua rilisan terakhir tersebut hadir dalam format video musik dan menjadi penanda semangat baru band dalam menyuarakan energi hardcore modern tanpa meninggalkan akar musik yang telah mereka bangun sejak akhir 1990-an.

Selain produktif di studio, Naratu juga dikenal sebagai salah satu band yang kerap tampil di festival-festival besar Malaysia. Nama mereka tercatat dalam berbagai ajang bergengsi seperti Atas Angin Festival, Hausboom Music Festival, Rock The World, Sound Circus Festival, MBG Music Fest, hingga Death Resonance. Reputasi sebagai band festival yang eksplosif membuat Naratu terus menjadi salah satu penampil yang dinantikan di berbagai panggung musik independen maupun arus utama.

Memasuki tahun 2026, Naratu kembali memperluas jangkauan mereka dengan tampil di sejumlah festival besar, termasuk Penang Vintage Festival dan Atas Angin Festival 2026. Langkah tersebut sekaligus menegaskan komitmen mereka untuk terus berkarya, menjaga warisan yang telah dibangun selama lebih dari 28 tahun, serta membawa semangat hardcore Malaysia ke generasi pendengar berikutnya.

Dengan katalog rilisan yang kuat, pengalaman panjang di panggung festival, serta materi baru seperti “Noise Revolution”, Naratu menunjukkan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus relevan. Band ini tetap berdiri kokoh sebagai salah satu representasi hardcore Malaysia yang terus bergerak maju, dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Formulir Kontak