Althafut kembali dengan rilisan terbaru bertajuk “Pain”. Lagu ini menjadi rilisan kedua mereka setelah sebelumnya memperkenalkan diri lewat single “Yoganta”. Bagi Althafut, “Pain” bukan sekadar lanjutan perjalanan musik, tetapi juga menjadi pembuka babak baru setelah melewati fase sulit.
Lewat “Pain”, Althafut menyuarakan kemarahan terhadap kultur yang keliru, penindasan, serta kondisi ketika seseorang dipaksa menerima kesalahan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Lagu ini menggambarkan situasi ketika seseorang terus disalahkan di tengah kekacauan, meski belum tentu menjadi pihak yang bersalah.
Pesan utama “Pain” juga menyoroti pentingnya keberanian untuk melawan. Althafut mengajak pendengarnya agar tidak begitu saja tunduk pada perlakuan yang merendahkan, apalagi ketika amarah orang lain justru menjadikan mereka sasaran pelampiasan.
Bagi Althafut, setiap orang memiliki kendali atas hidupnya sendiri. Hidup seharusnya tetap menjadi ruang untuk membangun harapan, bukan sekadar menerima kesedihan dan luka yang terus berulang.
Dari sisi musikal, Althafut tetap mempertahankan karakter musik yang keras dan intens. Nuansa gelap menjadi bagian penting dalam membangun atmosfer kehampaan dan kesedihan, sementara hentakan musiknya mempertegas luapan emosi serta amarah yang menjadi inti lagu ini.
Melalui “Pain”, Althafut menghadirkan kisah yang dekat dengan pengalaman banyak orang: menjadi pihak yang disalahkan, direndahkan, atau dipaksa menerima keadaan yang tidak semestinya. Lagu ini sekaligus menjadi pengingat bahwa rasa sakit tidak harus berakhir dengan kepasrahan. Ada saatnya seseorang perlu berdiri dan melawan ketika dirinya terus ditindas.
