Kancah death metal Indonesia kembali memanas. Unit death metal asal Yogyakarta, Fornication, resmi melepas single terbaru bertajuk "Suaka Samsara", yang menjadi pembuka menuju album debut mereka "Birai Delirium" yang dijadwalkan rilis pada akhir 2026.
Band yang berdiri sejak 2016 ini kembali menunjukkan taringnya lewat komposisi yang agresif sekaligus sarat kritik sosial. Suaka Samsara mengangkat sisi kelam manusia, ketika kekuasaan digunakan sebagai alat untuk mempertahankan dominasi, menumpuk kekayaan, dan melanggengkan ketidakadilan. Di balik kebijakan yang tampak sah, lagu ini menyoroti manipulasi sistemik yang melahirkan penderitaan, ketimpangan, dan keterasingan.
Secara musikal, Fornication memadukan karakter death metal yang brutal dengan sentuhan sound modern bernuansa metalcore. Blast beat yang intens, riff cepat, groove yang padat, serta atmosfer gelap menjadi identitas kuat dalam single ini. Pengaruh band-band seperti Hour of Penance, Hideous Divinity, Aborted, Fit For An Autopsy, hingga Ingested terasa kental dalam racikan musik mereka.
Proses kreatif lagu ini telah dimulai sejak akhir 2025 oleh Taufik Noor Nugroho (vokal), Fidika Arif Kurniawan (gitar), Adlan Barizzufaruddin (bass), dan Gilang Hardjuna Wibowo (drum). Sementara proses mixing dan mastering dipercayakan kepada Hendika Dwi P dari Endless Gruesome Studio, yang dikenal lewat kiprahnya bersama Alceena Inside dan Death Artery.
Tak hanya dari sisi musik, Fornication juga menghadirkan video musik yang diproduksi secara independen. Visualnya menampilkan potongan dokumenter mengenai berbagai realitas sosial, mulai dari kerakusan penguasa, pencemaran lingkungan, aksi demonstrasi, hingga isu korupsi di Indonesia. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri dengan dukungan Reza dan Krisna sebagai videografer, serta diarahkan langsung oleh Gilang Hardjuna bersama tim.
Sebelum Suaka Samsara, Fornication telah merilis sejumlah karya, mulai dari debut single The Fallen King Is Rising (2016), Bangsat Moderat (2019), demo Trilogy (2020), Sky Burial (2021), hingga Deformity (2023).
Dengan single terbaru ini, Fornication menegaskan konsistensinya sebagai salah satu nama yang patut diperhitungkan di skena death metal Indonesia, sekaligus membangun antusiasme menuju perilisan album penuh pertama mereka.

Comments
Post a Comment