PAKUNJARAN SHOWCASE 2026, Merayakan Energi Heavy Music dan Harmoni Budaya Pandalungan di Jember.





Jember, Jawa Timur – Heavy music band asal Jember, **Pakunjaran**, akan menggelar Pakunjaran Showcase 2026 pada Sabtu, 25 Juli 2026 di KCM (Kota Cinema Mall), Jember. Acara ini menjadi momentum untuk mempertemukan para penikmat musik keras dalam sebuah pertunjukan yang memadukan kekuatan Heavy underground music (all genre) dengan kekayaan seni tradisi khas Kabupaten Jember.
Tidak hanya menyajikan penampilan musik, **Pakunjaran Showcase 2026** juga akan menghadirkan **seni tradisi etnik Pandalungan**, sebagai bentuk apresiasi terhadap identitas budaya lokal. Perpaduan antara budaya dan musik modern diharapkan mampu menghadirkan pengalaman pertunjukan yang berbeda sekaligus memperlihatkan bahwa heavy underground musik dapat berjalan berdampingan dengan warisan budaya daerah.
Di panggung yang sama, Pakunjaran akan tampil bersama sejumlah nama yang telah dikenal di skena musik keras Jember, yakni Sidewalk, Belati Tajam, Dissolved, Pantheon, Gugur Berkarat, dan Redwine. Dengan ragam karakter musik mulai dari **hardcore punk, punk rock, hingga berbagai subgenre metal serta grindcore, showcase ini menjadi representasi keberagaman dan solidaritas komunitas Heavy music di Jember.


Selain menjadi ruang apresiasi bagi musisi dan penikmat musik, **Pakunjaran Showcase 2026** juga membuka kesempatan bagi **perusahaan, UMKM, komunitas, media, maupun pelaku usaha** untuk bergabung sebagai **sponsor dan mitra acara**. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat penyelenggaraan acara sekaligus memberikan nilai promosi bagi para mitra melalui berbagai media publikasi dan aktivitas selama acara berlangsung.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, panitia juga telah membuka **penjualan tiket Presale 1** yang berlaku untuk **100 pembeli pertama hingga 19 Juli 2026** dengan harga **Rp50.000**. Pembeli tiket presale berkesempatan memperoleh berbagai keuntungan, antara lain **undian doorprize hasil kolaborasi Superfriends Jember bersama Pakunjaran**, **merchandise dari Supermusic**, serta **voucher belanja senilai Rp150.000 dari Reverse Store Jember**.
Pembelian tiket dapat dilakukan melalui Dika di nomor **0877-4496-8718**, dengan pembayaran melalui **Bank BCA No. Rekening 2000523545 a.n. Mohamad Rifqi Fahrizal**. Formulir pembelian tiket tersedia melalui tautan pada bio akun Instagram resmi @pakunjaranofficial.

Melalui penyelenggaraan showcase ini, Pakunjaran berharap dapat menghadirkan sebuah perhelatan yang bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkuat jejaring antarmusisi, komunitas, pelaku industri kreatif, dan dunia usaha. Acara ini diharapkan menjadi bukti bahwa heavy music di Jember terus tumbuh sebagai ruang kreatif yang inklusif, kolaboratif, serta tetap menghargai akar budaya lokal.

Informasi Acara : Pakunjaran Showcase 2026
Tanggal: Sabtu, 25 Juli 2026
Tempat: KCM (Kota Cinema Mall), Jember
Penampil: Pakunjaran, Belati Tajam, Sidewalk, Dissolved, Pantheon, Gugur Berkarat, dan Redwine.
Penampilan Khusus: Seni Tradisi Etnik Pandalungan Kabupaten Jember.

Open Sponsorship:
Pakunjaran membuka peluang kerja sama sponsorship bagi perusahaan, brand, UMKM, media partner, maupun komunitas yang ingin mendukung perkembangan **heavy music** dan industri kreatif di Kabupaten Jember. Informasi mengenai proposal sponsorship dan paket kerja sama dapat diperoleh melalui akun media sosial resmi **@pakunjaranofficial** atau panitia penyelenggara.


Wawancara Eksklusif Rendy Ketua Panitia Pakunjaran Showcase 2026.

Rendy: "Pergerakan Tidak Boleh Padam, Ruang Berekspresi Harus Terus Dijaga"

JEMBER – Menjelang pelaksanaan Pakunjaran Showcase 2026 pada 25 Juli mendatang di KCM (Kota Cinema Mall) Jember, Ketua Panitia Rendy menjelaskan visi di balik penyelenggaraan acara yang memadukan heavy music dengan seni tradisi etnik Pandalungan. Berikut petikan wawancaranya.

1. Apa alasan utama Pakunjaran menggelar showcase ini?

Rendy: Tujuan utama kami adalah mempererat skena musik underground di Jember dengan menghadirkan pertunjukan yang berkualitas. Showcase ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap semangat berkarya, baik bagi Pakunjaran sebagai support system maupun band-band lokal Jember yang memiliki potensi besar untuk berkembang.

2. Mengapa memadukan heavy music dengan seni tradisi etnik Pandalungan?

Rendy: Berangkat dari identitas Pakunjaran yang banyak mengangkat budaya Jawa, khususnya yang hidup di wilayah Jember. Kami ingin berkolaborasi dengan seniman tari dan pembaca puisi dalam satu pertunjukan. Tujuannya agar masyarakat melihat bahwa musik yang kami usung bukan sekadar bising, tetapi memiliki makna dan pesan yang ingin disampaikan dengan cara yang berbeda sehingga penonton mendapatkan pengalaman yang lebih mendalam.

3. Bagaimana Anda melihat kondisi skena heavy music di Jember saat ini?

Rendy: Dari sisi berkarya sebenarnya banyak potensi. Namun ruang untuk berekspresi, khususnya bagi musik underground, masih sangat terbatas. Karena itu acara seperti ini seharusnya lebih sering diselenggarakan agar menjadi wadah bagi lahirnya pergerakan dan karya-karya baru.

4. Apa target yang ingin dicapai melalui Pakunjaran Showcase?

Rendy: Harapan terbesar kami adalah showcase ini bisa menjadi agenda yang berkelanjutan. Ke depan, bukan hanya Pakunjaran, tetapi band-band lain yang memiliki karya juga bisa mendapatkan kesempatan menggelar showcase sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka.

5. Mengapa panitia membuka peluang sponsorship?

Rendy: Kami percaya sebuah pergerakan tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan sponsor dibutuhkan untuk mewujudkan acara yang lebih baik. Ketika acara berhasil, semua pihak yang terlibat juga ikut merasakan dampak positifnya. Ini adalah bentuk simbiosis mutualisme antara pelaku musik dan dunia usaha.

6. Bagaimana proses memilih band-band yang tampil?

Rendy: Kami memilih band dari berbagai genre yang mewakili musik underground di Jember. Tujuannya agar tidak ada sekat antargenre. Kami ingin menunjukkan bahwa seluruh elemen skena bisa berdiri bersama dalam satu pergerakan.

7. Heavy music masih sering mendapat stigma negatif. Apa tanggapan Anda?

Rendy: Showcase ini dikelola bersama oleh banyak personel dan musisi underground Jember yang terlibat sebagai panitia. Ini menunjukkan bahwa kami mampu bekerja sama, belajar mengelola acara secara profesional, dan membangun pergerakan yang positif. Kami ingin masyarakat melihat bahwa skena underground bukan identik dengan keributan, tetapi juga memiliki semangat gotong royong, kreativitas, dan tanggung jawab.

8. Apa yang ingin dibuktikan melalui Pakunjaran Showcase?

Rendy: "Kami ingin menunjukkan bahwa musisi Jember memiliki potensi dan kualitas yang sangat baik. Sudah saatnya karya-karya lokal mendapatkan apresiasi yang layak, dimulai dari kota sendiri, sehingga dapat menjangkau lebih banyak pendengar dan dikenal lebih luas."

9. Apakah showcase ini akan menjadi agenda tahunan?

Rendy: Itu harapan kami. Jika mendapat dukungan dari masyarakat, komunitas, sponsor, dan semua pihak, kami ingin Pakunjaran Showcase menjadi agenda rutin yang memberi ruang bagi band-band lokal untuk terus berkarya dan berkembang.

10. Apa pesan Anda kepada masyarakat Jember?

Rendy: Pergerakan tidak boleh padam. Ruang berekspresi dibutuhkan oleh siapa pun yang berkarya. Mari kita saling merangkul, mendukung, dan memberikan apresiasi kepada para pelaku seni. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun ekosistem musik yang sehat dan membawa nama Jember semakin dikenal melalui karya-karyanya.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Formulir Kontak