SHABIL lahir pada masa penuh gejolak, tepat ketika Indonesia memasuki era Reformasi setelah peristiwa Kerusuhan Mei 1998. Band ini digagas oleh Echo Susanto, yang saat itu terinspirasi oleh pesatnya perkembangan musik underground ketika masih menempuh pendidikan di Bandung.
Bersama Doray (vokal), Angga (gitar), Echo SHABILizer (gitar), Erick (bass), dan Rinal (drum), mereka membentuk SHABIL, sebuah nama yang diartikan sebagai jalan yang lurus. Sejak awal, musik mereka dipengaruhi oleh band-band seperti Sepultura, Suckerhead, Rotor, serta berbagai nama besar Thrash Metal lainnya, menghasilkan karakter musik yang agresif, penuh distorsi, dan sarat energi.
Perjalanan SHABIL tidak selalu berjalan mulus. Band ini sempat mengalami beberapa kali pergantian personel hingga akhirnya vakum. Namun pada 2016, SHABIL bangkit kembali dengan formasi baru dan semakin memantapkan arah musikal mereka sebagai band Thrash Groove Metal.
Kebangkitan tersebut berlanjut pada 2020 melalui perilisan single beserta video musik berjudul "Freedom". Lagu yang diciptakan oleh Sonny dengan lirik dari Riadu dan Sonny itu menjadi simbol semangat kebebasan sekaligus penanda kembalinya SHABIL ke panggung musik cadas Indonesia.
Puncaknya hadir pada 2024 melalui album Strategy Of Destruction yang memuat sembilan trek, terdiri dari delapan lagu dan satu komposisi instrumental. Album ini menawarkan perpaduan Thrash Metal yang agresif dengan groove yang kuat, dibalut produksi yang padat dan penuh hentakan.
Track yang terdapat dalam album ini meliputi Dendam, Siklus Kematian, Dalam Ancaman, Freedom, Strategi Kehancuran, Ego Bego, Dosa Kemunafikan, Penghianat, dan SOD. Seluruh materi musik dikomposisi oleh Sonny dengan lirik yang ditulis bersama Riadu, sementara proses mixing dan mastering dikerjakan oleh Emen.
Saat ini SHABIL diperkuat oleh Sonny Pray (gitar/vokal), Rizal (lead vokal), Rido (gitar), Dean (bass), dan Ferdy (drum). Bermarkas di Candu Total Extreme, Curug, Tangerang, mereka terus membawa semangat Thrash Groove Metal dengan lirik-lirik yang kritis, agresif, dan relevan terhadap realitas sosial.
Album Strategy Of Destruction menjadi bukti bahwa setelah lebih dari dua dekade berkarya, SHABIL tetap konsisten menghadirkan musik keras yang bukan hanya mengandalkan kekuatan riff dan groove, tetapi juga menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan dan penyalahgunaan kekuasaan.


Comments
Post a Comment