Bandung — Hampir dua dekade menjaga bara musik ekstrem, Turbidity kembali melangkah ke luar negeri. Unit Slamming Brutal Deathmetal asal Bandung, Jawa Barat, tersebut dijadwalkan menggelar rangkaian tur di Malaysia pada 8–9 Agustus 2026 dalam agenda bertajuk “Rottour Malayslam 2026.
Tur ini bukan sekadar perjalanan lintas negara. Bagi Turbidity, panggung Malaysia menjadi kesempatan untuk mempertemukan dua denyut skena ekstrem Asia Tenggara sekaligus ikut merayakan perilisan dan album launching **“Neuromechanical Shrine”**, karya terbaru unit Brutal Deathmetal Malaysia, **Bunuhdiri**.
Dua pertunjukan akan menjadi bagian utama perjalanan Turbidity. Mereka dijadwalkan tampil di **Langit Mati Rooftop, Kuala Lumpur, pada 8 Agustus**, sebelum melanjutkan perjalanan ke **Dusthall Studio, Penang, pada 9 Agustus 2026**.
Hampir Dua Dekade Menjaga Brutalitas
Berdiri sejak **2008**, Turbidity termasuk salah satu nama yang ikut membangun fondasi Slamming Brutal Deathmetal di Indonesia. Selama hampir dua dekade, band ini konsisten mempertahankan formula musik yang menjadi identitasnya: riff gitar yang berat, groove slam yang menghantam, serta vokal guttural yang terdengar seperti datang dari ruang bawah tanah.
Perjalanan panjang tersebut turut menghasilkan sejumlah rilisan yang merekam evolusi musikal Turbidity. Mereka telah melepas **dua album, satu EP, satu split, dua demo**, serta single terbaru **“License to Kill”** yang dirilis pada 2025.
Diskografi tersebut menjadi semacam arsip perjalanan sebuah band yang memilih tetap berada di jalur ekstrem, ketika tren musik datang dan pergi.
Di bawah naungan **BrutalMind Records**, Turbidity kini membawa perjalanan tersebut ke panggung internasional. Malaysia menjadi salah satu titik penting dalam upaya memperluas jaringan sekaligus mempererat hubungan antarpelaku skena musik ekstrem di Asia Tenggara.
Bagi skena underground, koneksi semacam ini bukan sekadar urusan tampil di negara lain. Ada pertukaran energi, pertemanan, rilisan, jaringan promotor, hingga kemungkinan kolaborasi baru yang dapat memperkuat ekosistem musik ekstrem di kawasan.
Membawa Nama Indonesia ke Panggung Asia Tenggara
Lewat **“Rottour Malayslam 2026”**, Turbidity kembali menunjukkan bahwa musik ekstrem Indonesia memiliki ruang untuk berbicara di luar batas geografisnya.
Dengan karakter Slamming Brutal Deathmetal yang menjadi identitas mereka, Turbidity datang ke Malaysia bukan hanya sebagai sebuah band, tetapi juga sebagai representasi dari perjalanan panjang skena ekstrem Indonesia.
Setelah bertahun-tahun membangun nama dari panggung-panggung underground, perjalanan ke Malaysia menjadi babak lain dalam perjalanan Turbidity—sebuah langkah untuk memperluas jangkauan sekaligus menjaga koneksi antar-skena ekstrem Asia Tenggara tetap hidup.
Dan seperti musik yang mereka mainkan, perjalanan ini tidak datang untuk bersikap lembut.
Turbidity siap membawa brutalitas Bandung ke Malaysia.
TURBIDITY — “ROTTOUR MALAYSLAM 2026”
**8 Agustus 2026**
Langit Mati Rooftop — Kuala Lumpur, Malaysia
**9 Agustus 2026**
Dusthall Studio — Penang, Malaysia
LINE-UP TURBIDITY
- * **Daniel X Nihil** — Gitar
- * **Bobcrock** — Vokal
- * **Ferry** — Bass
- * **Redy Hanaf** — Additional Drum
### DISKOGRAFI
- * *Path of Mutilated* — Demo (2011), Independent
- * *Vomiting the Rotten Maggot* — EP (2012), Horrible Creation Records
- * *Gathering of Guttural Slammage* — Split (2012), Deathmutt Records
- * *Suffering of Human Decapitated* — Album (2013), No Extreme Souls Production
- * *Sinis* — Demo (2016), Groupies Merch
- * *Orgies of Sadism* — Album (2021), BrutalMind Records
- * *License to Kill* — Single (2025), BrutalMind Records
