Rilisan debut ini menghadirkan dua lagu, "The Day I Live Again" dan "Banished From Death", yang menjadi pengantar identitas musikal AFTERLIFE: perpaduan metallic hardcore, metalcore, dan sentuhan death metal dengan nuansa gelap, agresif, sekaligus emosional.
Maxi single ini menjadi langkah awal AFTERLIFE memperkenalkan karakter musik yang terinspirasi oleh band-band seperti xSERAPHx, Contention, Undying, hingga Avenged Sevenfold, dengan pendekatan produksi yang mentah dan autentik ala hardcore modern.
Dua Lagu, Satu Kisah Tentang Hidup dan Kematian
Secara musikal, kedua lagu menawarkan atmosfer yang berbeda namun saling terhubung.
"The Day I Live Again" dibuka dengan riff metal klasik berpola 5-7-8 yang dipadukan blast beat cepat serta scream bernada tinggi. Lagu ini membawa energi brutal yang menggambarkan amarah dan perjuangan karakter utama bernama X.
Sementara "Banished From Death" bergerak lebih lambat dengan dominasi riff berat dan tremolo picking yang menciptakan suasana muram sekaligus emosional.
Keduanya membentuk satu narasi utuh tentang X, sosok yang dihancurkan secara fisik maupun emosional ketika mencoba memperjuangkan keadilan. Setelah dibunuh dan dikuburkan di sebuah makam dangkal, X justru kembali sadar di dalam kuburnya.
Cerita kemudian berlanjut dalam "Banished From Death". Pendengar diajak merasakan dunia dari sudut pandang X, yang hidup di tengah sistem yang telah membusuk hingga kematian terasa seperti satu-satunya jalan keluar. Namun, paradoks muncul ketika X mengetahui bahwa dirinya tidak diizinkan mati.
Melalui kisah tersebut, AFTERLIFE mengangkat tema tentang ketidakpastian dalam sesuatu yang selama ini dianggap pasti: hidup dan kematian.
Direkam Secara DIY, Pilih Karakter Suara yang Kasar dan Mentah
AFTERLIFE menggarap maxi single ini secara DIY (Do It Yourself). Seluruh proses rekaman dilakukan di berbagai lokasi hanya dengan peralatan sederhana berupa mikrofon dan soundcard.
Alih-alih mengejar hasil produksi yang terlalu bersih, band ini sengaja mempertahankan karakter suara yang kasar, mentah, dan penuh energi. Proses mixing dan mastering, terutama pada bagian drum, banyak mengambil referensi dari pendekatan produksi band hardcore seperti Final Resting Place dan Discontent.
Pendekatan tersebut membuat kedua lagu terdengar lebih organik dan tetap mempertahankan intensitas khas musik hardcore bawah tanah.
Sudah Tersedia di Platform Digital dan Bandcamp
Maxi single AFTERLIFE kini sudah bisa didengarkan melalui berbagai digital streaming platform serta Bandcamp.
Personel AFTERLIFE
- Gabriel – Vokal
- Yahya – Gitar
- Sherard – Gitar
- Evan – Bass
- Ian – Drum
Band asal Semarang ini membuka lembaran baru perjalanan mereka lewat dua lagu yang menjadi fondasi identitas AFTERLIFE di skena metal Indonesia.
Follow AFTERLIFE
- Instagram: @afterlifemetallic
- Kontak: Sherard (AFTERLIFE)
- Email: afterlifemetallic@gmail.com
