Musisi R&B asal Malaysia, Nigel Tay atau yang juga dikenal dengan nama panggung NGL, kembali menghadirkan karya terbaru lewat single “Manhattan Beach”. Lagu ini menjadi potret hangat tentang kebebasan, cinta musim panas, dan kenangan sederhana yang lahir dari pengalaman pribadinya selama tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat.
“Manhattan Beach” terinspirasi dari hari pertama Nigel mengunjungi kawasan pantai ikonik di California tersebut. Melalui nuansa R&B yang lembut dipadukan sentuhan pop modern, ia merangkai cerita tentang ombak, angin pantai, langit biru, perjalanan panjang di bawah matahari, hingga kemacetan khas Los Angeles menuju Santa Monica dan Venice.
Hasilnya adalah lagu yang terdengar ringan, genit, sekaligus menyimpan rasa nostalgia. Bagi Nigel, “Manhattan Beach” bukan sekadar tentang sebuah lokasi, melainkan tentang momen ketika seseorang bertemu orang yang membuat hari terasa begitu indah hingga tak ingin berakhir.
Kenangan Los Angeles Menjadi Lagu
Dalam single ini, Nigel mengubah pengalaman personalnya menjadi soundtrack musim panas yang terasa akrab bagi siapa saja. Lirik dan atmosfer musiknya membawa pendengar membayangkan suasana pantai California yang hangat, dipenuhi romansa baru dan kebahagiaan kecil yang sering kali dikenang paling lama.
Karakter vokal Nigel yang soulful menjadi kekuatan utama lagu ini. Aransemen R&B yang hangat dipadukan melodi pop yang mudah dinikmati membuat “Manhattan Beach” terdengar santai, namun tetap emosional.
Dari Berklee Hingga Menjadi Produser di Greater China
Nama Nigel Tay bukan sosok baru di industri musik Asia. Lulusan Berklee College of Music ini mulai dikenal luas setelah menjadi Top 7 Finalis The Voice of China 2018.
Kariernya kemudian berkembang pesat sebagai produser, arranger, multi-instrumentalis, sekaligus pemimpin band dalam program musik Me to Us produksi Mango TV pada 2020. Setelah membentuk band MiLK, Nigel memutuskan melanjutkan perjalanan sebagai solois.
Kini ia dikenal sebagai salah satu produser dan penulis lagu yang banyak dicari di kawasan Greater China. Ia telah berkolaborasi dengan sejumlah musisi seperti Tia Ray, Nana Ouyang, Mikah, Step.jad, hingga Caelan, serta terlibat dalam berbagai program musik populer di China, termasuk Singer, Infinity and Beyond, dan The Treasured Voice.
Pada 2025, Nigel merilis album CRÉMA yang kemudian diikuti tur utama Turn to Gold di Shanghai, Guangzhou, dan Beijing.
Siap Sambangi Asia Tenggara pada 2026
Perilisan “Manhattan Beach” juga menjadi pembuka rangkaian tur Nigel Tay di Asia Tenggara sepanjang 2026. Dalam tur ini, ia akan tampil sebagai opening act untuk musisi R&B internasional Jesse Barrera & Albert Posis di tiga kota besar, sebelum melanjutkan penampilan bersama Jesse Gold di Singapura.
Jadwal Tur Nigel Tay (NGL) 2026
Tanggal | Kota & Venue |
| 10 September 2026 | Manila – Music Museum (Opening Jesse Barrera & Albert Posis) |
| 12 September 2026 | Jakarta – ATP Livehouse (Opening Jesse Barrera & Albert Posis) |
| 13 September 2026 | Bangkok – Melt Livehouse (Opening Jesse Barrera & Albert Posis) |
| 19 November 2026 | Singapura – ATP Live House (Opening Jesse Gold) |
Tentang Nigel Tay
Nigel Tay merupakan penyanyi, penulis lagu, produser, arranger, dan multi-instrumentalis asal Malaysia yang kini menetap di Shanghai. Ia dikenal lewat karakter vokalnya yang hangat dan soulful, serta kemampuannya memadukan R&B dan pop dengan pengaruh musik Barat dan lanskap pop Mandarin.
Selain bernyanyi, Nigel juga mahir memainkan drum, gitar, bass, dan keyboard. Perjalanan kariernya sebagai solois terus berkembang seiring reputasinya sebagai salah satu produser dan songwriter yang semakin diperhitungkan di industri musik Asia.
Dengan “Manhattan Beach”, Nigel Tay menghadirkan lagu yang terasa seperti liburan dalam bentuk musik—hangat, romantis, dan penuh kenangan tentang musim panas yang sulit dilupakan.

