Musik hardcore dan metal era 1990-an kembali mendapat suntikan energi dari Unsainted, band yang terbentuk pada pertengahan Maret 2023. Mengusung riff-riff hardcore/metal yang kental dengan karakter 90-an, Unsainted memadukannya dengan sentuhan metal yang terpengaruh oleh geliat H8000 dari Belgia.
Band ini berawal dari gagasan Muhammad Faisyal yang sejak awal ingin membangun sebuah proyek dengan karakter musik keras, agresif, dan tetap berpijak pada akar hardcore. Pada akhir Maret 2023, Faisyal bertemu Tomber untuk membicarakan proyek tersebut. Dari pertemuan itu, proses pencarian personel mulai menemukan bentuk hingga akhirnya terbentuk formasi lima orang.
Unsainted kini diperkuat Tomber (vokal), Trio (gitar), Faisyal (gitar), Jambrong (bass), dan Dany (drum).
Nama Unsainted sendiri diambil dari judul lagu milik band groove metal Slipknot. Nama tersebut kemudian menjadi identitas bagi proyek yang sejak awal memang ingin membawa kembali energi hardcore/metal era 90-an.
Dalam proses kreatifnya, Unsainted banyak mengambil inspirasi dari sejumlah nama seperti Reprisal, Sworn Enemy, Harvest, Earth Crisis, Day of Suffering, Strife, hingga Morning Again. Referensi tersebut kemudian mereka olah menjadi materi yang memiliki karakter sendiri.
Langkah pertama mereka ditandai dengan dirilisnya single “No Mercy” pada 2023. Lagu ini mengangkat tema tentang kekuasaan yang berjalan tanpa belas kasihan terhadap mereka yang berada di bawahnya. Lirik dan musiknya menjadi gambaran awal dari arah yang ingin dibawa Unsainted: keras, lugas, dan tidak banyak basa-basi.
Setelah materi “No Mercy” dirampungkan, Unsainted melakukan proses rekaman di Wijayayasa. Perjalanan mereka kemudian berlanjut dengan tiga lagu lain, yakni “The Tyrants”, “Shadow of the Edge”, dan “Drowning Embrace”, yang direkam di Aquiver Records.
Empat materi tersebut akhirnya bermuara pada EP perdana mereka, Drowning Embrace, yang dirilis pada 2026 melalui label Diorama Records.
Lewat EP ini, Unsainted mencoba menawarkan kembali atmosfer hardcore/metal yang pernah menjadi salah satu kekuatan penting skena musik keras era 90-an. Namun, mereka tidak sekadar mengulang masa lalu. Pengaruh H8000 dan berbagai referensi lainnya menjadi bagian dari cara mereka membentuk suara sendiri.
Bagi Unsainted, Drowning Embrace bukan sekadar rilisan perdana. EP ini menjadi penanda perjalanan sebuah band yang sejak awal dibangun dari kecintaan terhadap musik keras, riff berat, dan semangat hardcore yang tetap relevan untuk dibawa ke masa kini.
Seluruh materi Unsainted kini dapat didengarkan melalui sejumlah platform musik digital.

